Showing posts with label Tentang Ilmu budaya Dasar. Show all posts
Showing posts with label Tentang Ilmu budaya Dasar. Show all posts

Thursday, November 19, 2009

Budaya masyarakat sunda



Suku Sunda merupaka suku yang terdapat di Provinsi Jawa Barat. Suku sunda adalah salah satu suku yang memiliki berbagai kebudayaan daerah, diantaranya pakaian tradisional, kesenian tradisional, bahasa daerah, dan lain sebagainya.

Diantara sekian banyak kebudayaan daerah yang dimiliki oleh suku sunda adalah sebagai berikut :

1. Pakaian Adat/Khas jawa Barat
Suku sunda mempunyai pakaian adat/tradisional yang sangat terkenal, yaitu kebaya. Kebaya merupakan pakaian khas Jawa Barat yang sangat terkenal, sehingga kini kebaya bukan hanya menjadi pakaian khas sunda saja tetapi sudah menjadi pakaian adat nasinal. Itu merupakan suatu bukti bahwa kebudayaan daerah merupakan bagian dari kebudayaan nasional.

2. Kesenian Khas Jawa Barat

a. Wayang Golek
Wayang Golek merupakan kesenian tradisional dari Jawa Barat yaitu kesenian yang menapilkan dan membawakan alur sebuah cerita yang bersejarah. Wayang Golek ini menampilkan golek yaitu semacam boneka yang terbuat dari kayu yang memerankan tokoh tertentu dalam cerita pawayangan serta dimainkan oleh seorang Dalang dan diiringi oleh nyanyian serta iringan musik tradisional Jawa Barat yang disebut dengan degung.

b. Jaipong
Jaipong merupakan tarian tradisional dari Jawa Barat, yang biasanya menampilkan penari dengan menggunakan pakaian khas Jawa Barat yang disebut kebaya, serta diiringi musik tradisional Jawa Bart yang disebut Musik Jaipong.
Jaipong ini biasanya dimainkan oleh satu orang atau sekelompok penari yang menarikan berakan – gerakan khas tari jaipong.

c. Degung
Degung merupakan sebuah kesenian sunda yang biasany dimainkan pada acara hajatan. Kesenian degung ini digunakan sebagai musik pengiring/pengantar.
Degung ini merupakan gabungan dari peralatan musik khas Jawa Barat yaitu, gendang, goong, kempul, saron, bonang, kacapi, suling, rebab, dan sebagainya.
Degung merupakan salah-satu kesenian yang paling populer di Jawa Barat, karena iringan musik degung ini selalu digunakan dalam setiap acara hajatan yang masih menganut adat tradisional, selain itu musik degung juga digunakan sebgai musik pengiring hampir pada setiap pertunjukan seni tradisional Jawa Barat lainnya.

d. Rampak Gendang
Rampak Gendang merupakan kesenian yang berasal dari Jawa Barat. Rampak Gendang ini adalah pemainan menabuh gendang secara bersama-sama dengan menggunakan irama tertentu serta menggunakan cara-cara tertentu untuk melakukannya, pada umumnya dimainkan oleh lebih dari empat orang yang telah mempunyai keahlian khusus dalam menabuh gendang. Biasanya rampak gendang ini diadakan pada acara pesta atau pada acara ritual.

e. Calung
Di daerah Jawa Barat terdapat kesenian yang disebut Calung, calung ini adalah kesenian yang dibawakan dengan cara memukul/mengetuk bambu yang telah dipotong dan dibentuk sedemikian rupa dengan pemukul/pentungan kecil sehingga menghasilkan nada-nada yang khas.
Biasanya calung ini ditampilkan dengan dibawakan oleh 5 orang atau lebih. Calung ini biasanya digunakan sebagai pengiring nyanyian sunda atau pengiring dalam lawakan.


f. Pencak Silat
Pencak silat merupakan kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat, yang kini sudah menjadi kesenian Nasional.
Pada awalnya pencak Silat ini merupakan tarian yang menggunakan gerakan tertentu yang gerakannya itu mirip dengan gerakan bela diri. Pada umumnya pencak silat ini dibawakan oleh dua orang atau lebih, dengan memakai pakaian yang serba hitam, menggunakan ikat pinggang dari bahan kain yang diikatkan dipinggang, serta memakai ikat kepala dari bahan kain yang orang sunda menyebutnya Iket.
Pada umumnya kesenian pencaksilat ini ditampilkan dengan diiringi oleh musik yang disebut gendang penca, yaitu musik pengiring yang alat musiknya menggunakan gendang dan terompet.

g. Sisingaan
Sisingaan merupakan kesenian yang berasal dari daerah Subang Jawa barat. Kesenian ini ditampilkan dengan cara menggotong patung yang berbentuk seperti singa yang ditunggangi oleh anak kecil dan digotong oleh empat orang serta diiringi oleh tabuhan gendang dan terompet. Kesenian ini biasanya ditampilkan pada acara peringatan hari-hari bersejarah.

h. Kuda Lumping
Kuda Lumping merupakan kesenian yang beda dari yang lain, karena dimainkan dengan cara mengundang roh halus sehingga orang yang akan memainkannya seperti kesurupan. Kesenian ini dimainkan dengan cara orang yang sudah kesurupan itu menunggangi kayu yang dibentuk seperti kuda serta diringi dengan tabuhan gendang dan terompet. Keanehan kesenian ini adalah orang yang memerankannya akan mampu memakan kaca serta rumput. Selain itu orang yang memerankannya akan dicambuk seperti halnya menyambuk kuda. Biasanya kesenian ini dipimpin oleh seorang pawang.
Kesenian ini merupakan kesenian yang dalam memainkannya membutuhkan keahlian yang sangat husus, karena merupakan kesenian yang cukup berbahaya.

i. Bajidoran
Bajidoran merupakan sebuah kesenian yang dalam memainkannya hampir sama dengan permainan musik modern, cuma lagu yang dialunkan merupakan lagu tradisional atau lagu daerah Jawa Barat serta alat-alat musik yang digunakannya adalah alat-alat musik tradisional Jawa Barat seperti Gendang, Goong, Saron, Bonang, Kacapi, Rebab, Jenglong serta Terompet.
Bajidoran ini biasanya ditampilkan dalam sebuah panggung dalam acara pementasan atau acara pesta.

j. Cianjuran
Cianjuran merupakan kesenian khas Jawa Barat. Kesenian ini menampilkan nyanyian yang dibawakan oleh seorang penyanyi, lagu yang dibawakannya pun merupakan lagu khas Jawa Barat. Masyarakat Jawa Barat memberikan nama lain untuk nyanyian Cianjuran ini yaitu Mamaos yang artinya bernyanyi.

k. Kacapi Suling
Kacapi suling adalah kesenian yang berasal dari daerah Jawa Barat, yaitu permainan alat musik tradisional yang hanya menggunakan Kacapi dan Suling. Kacapi suling ini biasanya digunakan untuk mengiringi nyanyian sunda yang pada umumnya nyanyian atau lagunya dibawakan oleh seorang penyanyi perempuan, yang dalam bahasa sunda disebut Sinden.

l. Reog
Di daerah Jawa Barat terdapat kesenian yang disebut Reog, kesenian ini pada umumnya ditampilkan dengan bodoran, serta diiringi dengan musik tradisional yang disebut Calung. Kesenian ini biasanya dimainkan oleh beberapa orang yang mempunyai bakat melawak dan berbakat seni. Kesenian ini ditampilkan dengan membawakan sebuah alur cerita yang kebanyakan cerita yang dibawakan adalah cerita lucu atau lelucon.

Etos Kerja dan Budaya Kerja Bangsa Jepang




  • Masyarakat Jepang: masyarakat yang tidak peduli pada agama
Saya mulai dari ciri-ciri khusus masyarakat Jepang dibandingkan dengan masyarakat Indonesia. Perbedaan yang paling besar antara masyarakat Jepang dengan Indonesia adalah masyarakat Jepang tidak peduli pada agama.
Dalam undang-undang dasar Jepang, pemerintah tidak boleh ikut campur dalam urusan agama. Dilarang keras memakai anggaran negara untuk hal-hal agama.
(Dalam pasal 20 tertulis bahwa semua lembaga agama tidak boleh diberi hak istimewa dari negara dan tidak boleh melaksanakan kekuatan politik, negara dan instansinya tidak boleh melakukan kegiatan agama dan pendidikan agama tertentu. Dan dalam pasal 89 tertulis bahwa uang negara tidak boleh dipakai untuk lembaga agama. )
Maka di Jepang tidak ada ruangan untuk sembahyang seperti mushala di instansi negara (termasuk sekolah), tidak ada Departmen Agama, tidak ada sekolah agama negara (seperti IAIN di Indonesia).
Menurut beberapa penelitian, sekitar 70% orang Jepang menjawab tidak memeluk agama. Terutama, pemuda Jepang sangat tidak peduli agama. (Pada tahun 1996, mahasiswa yang mempercayai agama tertentu hanya 7.6%).
Orang Jepang tidak peduli orang lain agamanya apa, dan kalau dia mempercayai agama tertentu, biasanya dia tidak suka memamerkan agamanya sendiri. Orang Jepang tidak ikut campur urusan pribadi orang lain, dan masalah agama dianggap sebagai urusan pribadi.
Di Jepang pernah orang Kristen menjadi Perdana Menteri, namanya OHIRA Masayoshi, Masa jabatannya dari tahun 1978 sampai 1980. Memang jumlah orang Kristen cuma 1% dari penduduk Jepang, tapi sama sekali tidak menjadi masalah dan sama sekali tidak mempengaruhi kebijakannya. Hal itu tidak dikatakan karena toleransi pada agama, lebih tepat disebut karena ketidakpedulian orang Jepang pada agama. (Tetapi beberapa sekte tidak disukai banyak orang.)


  • Etika orang Jepang tidak berdasar atas agama

Robert N Bellah, menerbitkan buku berjudul Tokugawa Religion: The Cultural Roots of Modern Japan (1957) menganalisis kemajuan Jepang berdasar teori Max Weber yaitu Die Protestantische Ethik und der "Geist" des Kapitalismus (1905), menjelaskan peranan nilai agama pramodern itu dalam proses modernisasi. Tetapi menurut saya teori Bellah ini sangat diragukan. Bellah mengatakan ajaran "Sekimon shingaku" (Ilmu moral oleh ISHIDA Baigan) itu memerankan sebagai etos untuk modernisasi ekonomi. Selain itu, ada yang menilai ajaran salah satu sekte Buddha Jepang Jodo Shinshu sebagai etos seperti Protestan. Tentu saja ajaran-ajaran itu mementingkan kerja keras, mirip dengan ajaran Puritanisme (memang Islam juga). Di Jepang modernisasi di dalam bidang ekonomi dilakukan oleh pemerintah Meiji. Ideologi pemerintah Jepang adalah Shinto versi negara. Jadi, teori Max Weber tidak bisa diterapkan kepada Jepang. Di Jepang tidak ada agama yang mendorong proses kapitalisme.
Jepang dipenuhi dengan porno, dilimpah dengan tempat judi, orang Jepang suka sekali minum minuman keras. Tetapi pada umumnya orang Jepang masih berdisiplin, bekerja keras, masyarakat Jepang sedikit korupsi, lebih makmur, tertib, efisien, bersih dan aman (setidak-tidaknya tidak terjadi konflik antar agama) daripada Indonesia. Bagi orang Jepang, porno, judi, minuman keras, semua hanya sarana hiburan saja untuk menghilangkan stres. Kebanyakan orang Jepang tidak sampai adiksi/kecanduan.
Kalau begitu, etika orang Jepang berdasar atas apa?


  • Etika orang Jepang: etika demi komunitas

Etika orang Jepang itu, tujuan utamanya membentuk hubungan baik di dalam komunitas. Kebesaran komunitas bergantung pada situasi dan zaman. Negara, desa, keluarga, perusahaan, pabrik, kantor, sekolah, partai, kelompok agama, tim sepak bola dll, bentuknya apapun, orang Jepang mementingkan komunitas termasuk diri sendiri. Sesudah Restorasi Meiji, pemerintah Meiji sangat menekankan kesetiaan pada negara. Sesudah perang dunia kedua, objek kesetiaan orang Jepang beralih pada perusahaan.
Tindakan pribadi dinilai oleh mendorong atau merusak rukun komunitas. Maka misalnya minum minuman keras juga tidak dimasalahkan, bahkan minum bersama diwajibkan untuk mendorong rukun komunitas.
Ajaran agama juga digunakan untuk memperkuat etika komunitas ini. Sedangkan Semitic monoteisme (agama Yahudi, Kristen dan Islam) mengutamakan Allah daripada komunitas, dan memisahkan seorang sebagai diri sendiri dari komunitas. Jadi Pemerintahan Tokugawa melarang Kristen. Tentu saja agama Buddha juga mengutamakan Kebenaran Darma daripada komunitas, tetapi ajaran sisi seperti itu ditindas. Sementara Konfusianisme sengat cocok dengan etika demi komunitas ini.
Tetapi, orang Jepang tidak mengorbankan sendiri tanpa syarat demi komunitas. Hal ini jelas terutama di dalam etos kerja orang Jepang.


  •  Etos kerja dan budaya kerja orang Jepang
Sesudah perang dunia kedua, perusahaan Jepang yang besar membentuk 3 sistem.
yaitu, (1). Sistem ketenagakerjaan sepanjang hidup, yakni perusahaan biasanya tidak putus hubungan kerja. (2). Sistem kenaikan gaji sejajar umur, yakni perusahaan menaikan gaji pekerjanya tergantung umur mereka. (3). Serikat pekerja yang diorganisasi menurut perusahaan, yakni, berbeda dengan pekerja yang diorganisasi menurut jenis kerja, semua pekerja sebuah perusahaan, jenis kerja apapun, diorganisasi satu serikat pekerja. Oleh ketiga sistem ini, pekerja menganggap kuat diri sendiri anggota perusahaannya dan merasa kesetiaan kepada perusahaannya. Di atas ketiga sistem ini, etos kerja dan budaya kerja orang Jepang berkembang. Kenyataannya, ketiga sistem ini dibentuk hanya di perusahaan besar, tidak ada di perusahaan kecil. Tetapi ketiga sistem ini menjadi teladan bagi perusahaan kecil juga.
Ciri-ciri etos kerja dan budaya kerja orang Jepang adalah,
1. Bekerja untuk kesenangan, bukan untuk gaji saja.
Tentu saja orang Jepang juga tidak bekerja tanpa gaji atau dengan gaji yang rendah. Tetapi kalau gajinya lumayan, orang Jepang bekerja untuk kesenangan. Jika ditanya "Seandainya anda menjadi milyuner dan tidak usah bekerja, anda berhenti bekerja ?", kebanyakan orang Jepang menjawab, "Saya tidak berhenti, terus bekerja." Bagi orang Jepang kerja itu seperti permainan yang bermain bersama dengan kawan yang akrab. Biasanya di Jepang kerja dilakukan oleh satu tim. Dia ingin berhasil dalam permainan ini, dan ingin menaikkan kemampuan diri sendiri. Dan bagi dia kawan-kawan yang saling mempercayai sangat penting. Karena permainan terlalu menarik, dia kadang-kadang lupa pulang ke rumah. Fenomena ini disebut "work holic" oleh orang asing. 2. mendewakan langganan
Memang melanggar ajaran Islam, etos kerja orang Jepang mendewakan client/langganan sebagai Tuhan. "Okyaku sama ha kamisama desu." (Langganan adalah Tuhan.) Kata itu dikenal semua orang Jepang. Kata ini sudah motto bisinis Jepang. Perusahaan Jepang berusaha mewujudkan permintaan dari langganan sedapat mungkin, dan berusaha berkembangkan hubungan erat dan panjang dengan langganan.
3. bisnis adalah perang
Orang Jepang yang di dunia bisnis menganggap bisnis sebagai perang yang melawan dengan perusahaan lain. Orang Jepang suka membaca buku ajaran Sun Tzu (孫子) untuk belajar strategis bisnis. Sun Tzu adalah sebuah buku ilmu militer Tiongkok kuno, pada abad 4 sebelum masehi. Sun Tzu itu suka dibaca oleh baik samurai dulu maupun orang bisinis sekarang. Untuk menang perang, perlu strategis dan pandangan jangka panjang. Budaya bisinis Jepang lebih mementingkan keuntungan jangka panjang. Supaya menang perang seharusnya diadakan persiapan lengkap untuk bertempur setenaga kuat. Semua orang Jepang tahu pribahasa "Hara ga hette ha ikusa ha dekinu." (Kalau lapar tidak bisa bertempur.) Oleh karena itu orang Jepang tidak akan pernah menerima kebiasaan puasa. Bagi orang Jepang, untuk bekerja harus makan dan mempersiapkan kondisi lengkap. Tentu saja di medang perang,
kedisiplinan paling penting. Dalam buku Sun Tzu untuk mengajar kedisiplinan dilakukan cara yang sangat kejam. Tetapi sekarang disiplin diajarkan di sekolah dasar. Pendidikan di sekolah sangat penting. Masuk sekolah setiap hari tidak terlambat, ikut pelajaran secara rajin, hal-hal itu dasar disiplin untuk kerja di dunia bisinis. Pada setelah Restorasi Meiji, pendidikan disiplin di sekolah dasar lebih berguna untuk berkembang kapitalisme daripada ajaran agama apapun.

● Introduksi "performance-paid system" dan gagalnya
Sejak runtuhnya ekonomi Jepang pada awal 1990-an, banyak perusahaan Jepang memPHK secara massal.
Mereka mengintroduksi sistem gaya Amerika, yakni performance-paid system pada tahun 1990-an untuk mengirit biaya tenaga kerja. Sistem ini gajinya dibayar menurut hasil kerjanya. Tetapi sistem ini merusakkan team work di dalam perusahaan dan menghilangkan kesetiaan pekerja pada perusahaannya. Rupanya bagi orang Jepang, gajinya tidak menjadi motivasi kuat. Mungkin performance-paid system dicabut lagi dan direkonstruksi sistem yang tradisional. Etos kerja dan budaya kerja Jepang mungkin tidak begitu berubah.
Tetapi perusahaan Jepang memilih menjadi lebih langsing dan ringan. Pekerja tetap menjadi terbatas, kebanyakan pekerja adalah yang non tetap. Etos kerja pekerja non tetap ada kemungkinan berubah drastis.













Referensi artikel website (Maaf, semuanya tertulis dalam bahasa Jepang)
清川雪彦・山根弘子「日本人の労働観」
http://oohara.mt.tama.hosei.ac.jp/oz/542/542-02.pdf

林 正樹「日本的経営論の変遷と未来展望」
http://c-faculty.chuo-u.ac.jp/~hmasaki/99523jms.html

高橋伸夫「成果主義の警告」
http://www.sonpo.or.jp/business/library/public/pdf/yj22208.pdf

上林 憲雄 「書評:Takeshi Inagami and D. Hugh Whittaker 著The New Community Firm: Employment, Governance and Management Reform in Japan 」
http://www.b.kobe-u.ac.jp/publications/dp/2005/2005_25.pdf

Thursday, November 5, 2009

PENGARUH KEBUDAYAAN INDONESIA TERHADAP KEBUDAYAAN ASING

PENGARUH KEBUDAYAAN INDONESIA TERHADAP KEBUDAYAAN ASING

Sejarah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia dan menjadi suatu rangkaian yang erat sepanjang kehidupan manusia. Berkaitan dengan hal tersebut maka sejarah yang akan dibahas dalam penulisan ini adalah yang berkaitan dengan kebudayaan, terutama kebudayaan asing yang telah memberikan pengaruh dalam kehidupan bangsa Indonesia dan khususnya memberikan pengaruh pada pembentukan kebudayaan Indonesia. Sejarah memberikan pelajaran dan pengalaman untuk manusia di masa sekarang dan di masa yang akan datang. Dari sejarah akan dapat diketahui kegagalan dan keberhasilan yang dialami oleh manusia dan memberikan suatu pedoman bagi manusia di masa yang akan datang untuk lebih berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu agar dapat mencapai keberhasilan dan peningkatan kualitas kehidupan. Seperti yang dikatakan filsuf terkenal dari Cina, Kong Fu Tse yang mengatakan “Sejarah mendidik kita bertindak bijaksana”.
Kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia merupakan kebudayaan yang majemuk dan sangat kaya ragamnya. Perbedaan yang terjadi dalam kebudayaan Indonesia dikarekan proses pertumbuhan yang berbeda dan pengaruh dari budaya lain yang ikut bercampur di dalamnya.
Pengaruh Budaya dari Tmur yang berasal dari Daratan Cina dan India berupa ajaran agama Budha dan Hindu. Proses masuknya pengaruh Hindu Budha ke Indonesia dapat disebut sebagai masa peng-Hindu-an, walaupun kata penghinduan ini tidak tepat karena tidak hanya pengaruh agama Hindu saja yang masuk ke Indonesia tetapi juga pengaruh agama Budha. Meskipun demikian, bagaimana cara masuknya pengaruh Hindu Budha ke Indonesia dan siapa yang menjadi pembawanya tidak dapat diketahui secara pasti.
Berdasarkan penelitian sejarah, muncul beberapa teori tentang pembawa pengaruh Hindu Budha ke Indonesia. Antara lain adalah Teori Sudra yang menyatakan bahwa penyebaran agama Hindu ke Indonesia dibawa oleh orang-orang India yang berkasta Sudra. Teori Waisya, menyatakan penyebaran agama Hindu dibawa oleh orang berkasta Waisya. Atas dasar kedatangan kasta waisya yang berprofesi sebagai pedagang dan kemudian mengadakan hubungan dagang dan menikah dengan wanita Indonesia. Teori Ksatria yang menyatakan bahwa pengaruh Hindu dibawa oleh kasta kesatria. karena adanya kekacauan politik di India sehingga banyak anggota kasta Kesatria yang lari dari India dan menetap di Indonesia. Para Kesatria ini mendirikan kerajaan di Indonesia dan kemudian turut serta menyebarkan agama Hindu. Dan Teori Brahmana karena Kaum Brahmana datang ke Indonesia dan kemudian ikut pula mngajarkan ajarannya kepada masyarakat di Indonesia. Penyebaran agama Hindu dan Buhda di Indonesia dilakukan bersamaan dengan kegiatan perdagangan atau hubungan dagang. Di samping itu penyebaran juga dilakukan dengan mendatangkan para Brahmana / pendeta dari India dan mengirim orang-orang Indonesia ke India untuk mempelajari agama Hindu.
Pengaruh kebudayaan dari Timur yang dipilih secara selektif dan disesuaikan dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Pengaruh yang diberikan tersebut sangat besar terutama dalam hal kepercayaan, pemerintahan, ekonomi dan kebudayaan. Di Indonesia menjadi babak baru dalam kehidupan kepercayaan masyarakat Indonesia. Masyarakat indonesia yang tadinya mempunyai kepercayaan animisme kemudian berubah menjadi penganut agama tersebut meskipun masih terdapat pengaruh kepercayaan lama seperti pemujaan kepada roh nenek moyang dll. Pada bidang pemerintahan, Sistem pemerintahan kesukuandan pemujaan terhadap tokoh spiritual atau kepala suku kemudian bergeser menjadi pemerintahan kerajaan. Sistem pemerintahan kerajaan pemimpin berasal dari keturunan raja sebelumnya. Pada sistem Sosial, perubahan kehidupan sosialjuga terjadi dalam masyarakat, misalnya pengaruh pembentukan kasta dalam struktur sosial kemasyarakatan. Pada sistem Ekonomi, aktifitas ekonomi dari barter menjadi sistem uangdan perdagangan yang semakin maju menjadi salah satu bentuk perubahan dalam bidang ekonomi. Pada sistem kebudayaan, antara lain terlihat pada hasil peninggalan seperti candi, tempat ibadah, seni sastra. Cerita-cerita ephos seperti Ramayanadan Mahabarata menjadi sumber inspirasi cerita rakyat dan perubahan kebudayaan lama. Pengaruh lain yang trlihat adalah pada bentuk tulisan dan sistem tulisan. Percampuran kebudayaan jelas nampak pada bangunan candi yang terlihat pada dasar bangunan berupa punden berundak dan ukiran candi yang menunjukkan pengaruh Hindu Budha.
Selain kebudyaan dari Cina dan India, juga pengaruh dari kebudayaan di Arab berupa ajaran agama Islam dan berkembangnya kebudayaan Islam turut memberikan pengaruh pada kebudayaan di Indonesia. Pedagang-pedagang dari Arab yang melakukan hubungan dagang pada waktu kekuasaan Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7. khususnya di selat Malaka yang berhubungan dengan wilayah Asia dan Semenanjung Arab.
Pengaruh kebudayaan dari Barat dan Timur dapat dilihat pada kebudayaan yang dimiliki oleh berbagai kerajaan di Indonesia, misalnya kerajaan Aceh. Peninggalan kebudayaan dari kerajaan Aceh ini berupa masjid atau bangunan ibadah yang dinamai Masjid Baiturrahman. Juga di Kerajaan Demak, Kerajaan Mataram, yang di antaranya adalah adanya seni tari, seni pahat, seni suara, seni sastra dan bangunan khasnya. Salah satu kebudayaan yang hingga kini masih dipertahankan adalah Kebudayaan Kejawen sebagai akulturasi atu perpaduan budaya dari Hindu, Budha dan Islam sendiri. Upacara Grebeg yang menjadi tradisi kerajaan Mataram berasal dari pemujaan roh nenek moyang. Upacara tersebut merupakan salah satu tradisi peninggalan dari Kerajaan Majapahit. Dengan perpaduan budaya antaraHindu dan Islam maka pelaksanaan Upacara Grebeg dilakukan pada Hari raya Besar umat Islam. Di samping itu terdapat pula perkembangan kebudayaan berupa kesusasteraan Jawayang berkembang secara pesat dan menghasilkan pujangga sastra dan hasil karyanya seperti Nitisruti, Nitisastra dan Astabrata. Agama dan kebudayaan Islam di Indonesia memberikan pengaruh terhadap segala aktifitas kehidupan masyarakat seperti dalam bidang politik pemerintahan, kebudayaan dan kehidupan sosial masyarakat. Berkembangnya pengaruh islam dalam bidang politik pemerintahan di Indonesia dibuktikan dengan sistem pemerintahan yang didasarkan pada ajaran Islam dan Pemerintahan Kerajaan Islam di berbagai tempat di Indonesia.
Kebudayaan Barat dari Eropa turut memberikan pengaruh bagi kebudayaan Indonesia. Eropa Kuno tidak pernah lepas dari Kebudayaan Pulau Kreta yang lebih dahulu berkembang dan menyebarkan pengaruhnya ke wilayah di sekelilingnya kurang lebih pada tahun 1300 SM. Kebudayaan Pulau Kreta merupakan dasar bagi kebudayaan Eropa yang sampai sekarang masih terdapat sisa-sisa pengaruh dan peninggalannya. Kebudayaan Pulau Kreta disebarkan dan ditransformasikan melalui penjajahan oleh bangsa Yunani dan Romawi Kuno sehingga menjadi tonggak budaya Eropa masa kini. Selain perkembangan melalui penjajahan, kebudayaan Pulau Kreta juga berkembang melalui hubungan dagang yang dilakukan oleh pedagang Yunani dan Romawi. Pulau Kreta merupakan pulau terbesar di wilayah Yunani dan melintang dari barat ke timur dan sekaligus menjadi pemisah Laut Aegea, Laun Ionea dan laut Tengah. Peradaban Pulau Kreta disebut juga sebagai peadaban “MINOA”. Nama Minoa berasal dari dinasti (keluarga) Raja Minos. Peradaban keluarga ini telah berkembang antara tahun 3000 sampai dengan 1400 SM.
Kebudayaan Eropa dibawa ke Indonesia melalui hubungan dagang dan melalui penjajahan yang dilakukan oleh Bangsa Perancis, Inggris dan Belanda. Akibat dari hubugan tersebut kebudayaan Eropa turut mempengaruhi perkembangan kebudayaan diIndonesia. Hal tersebut dibuktikan pada bentuk pemerintahan pada beberapa kerajaan dan sistem hukum yang digunakan di Indonesia. Selain itu pada kebudayaan seni bangunan dan sastra juga turut terpengaruh oleh kebudayaan Eropa tersebut.
Kedatangan bangsa-bangsa Eropa ke wilayah Asia dan Indonesia mulai terjadi kira-kira pada abad ke-14. Kedatangan bangsa-bangsa Eropa pada mulanya bermaksud untuk mencari langsung sumber rempah dan suterayang sangat mahal jika dijual di Eropa. Penutupan jalur perdagangan oleh kerajaan Islam di Afrika dan Eropa timur sangat mengganggu perdagangan bangsa Eropa, untuk itu bangsa-bangsa Eropa mulai mencari sendiri sumber rempah dan sutera dengan melakukan penjelejahan samudera. Motif ekonomi sebagai alasan utama bangsa Barat datang keIndonesia di samping untuk menyebarkan agama Kristen dan faktor petualangan. Sesuai semboyan penjelajahan samudra oleh Bangsa Eropa (Gold, Gospel and Glory). Kedatangan bangsa Eropa keIndonesia antara lain adalah dari Portugis, Belanda, Spanyol, Inggris, Perancis dll.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pengaruh- kebudayaan asing turut dalam perkembangan budaya Indonesia khususnya terhadap kehidupan, kebudayaan dan alam fikiran sebagian besar bangsa Indonesia. Pengaruh kebudayaan asing bukan hanya dalam bentuk bangunan atau benda-benda konkrit, tetapi juga sosial, pemerintahan, hukum, seni adat istiadat, kegiatan, dan alam fikiran masyarakat. Sejak awal abad ke-20 sangat terasa pengaruh kebudayaan Barat itu dalam kehidupan bangsa Indonesia, khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Berbagai teknologi yang diterapkan, termasuk sistem pendidikan yang digunakan banyak yang berasal dari Barat. Sementara itu, dalam kehidupan kebudayaan, seperti dalam seni bangunan, seni lukis, seni ukir, seni musik, terasa pula ada pengaruhnya dari kebudayaan Barat.
Saran yang dapat diberikan adalah hendaknya kita dapat memilih dan memilah jenis dan ragam kebudayaan untuk diterapkan dalam kebudayaan kita karena tanpa itu kita justru akan kehilangan identitas dan ciri asli kebudayaan Indonesia sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

Badrika, I Wayan. 2004. Sejarah I untuk SLTP Kelas I. Jakarta : PT Bhumi Aksara.

Kusmawati, M dkk. 2000. Sejarah I untuk SLTA Kelas I. Jakarta : PT Galaxy Puspa Mega. Anggota IKAPI

Poesponegoro, Marwati Djoened. 1990. Sejarah Nasional Indonesia. Jakarta : PN Balai Pustaka.

Kansil, SH,Drs, CST, dkk. 1990. Sejarah Perjuangan Indonesia. Jakarta : Erlangga

Monday, November 2, 2009

Manusia Dan permasalahan Kehidupan

Phobia

Phobia : Apa yang Anda Takutkan?



Apakah Phobia Itu?


fobi didefinisikan sebagai takut
yang tak henti-hentinya pada situasi, kegiatan, atau hal yang menyebabkan seseorang untuk ingin menghindarinya. Phobias secara besar tidak dilaporkan dengan semestinya, mungkin karena banyak penderita fobi menemukan cara untuk menghindari situasi yang mereka takutkan. Oleh karena itu, statistik yang memperkirakan jumlah orang yang menderita phobias sangat bervariasi, tetapi minimal, phobia menimpa lebih dari 6 juta orang di Amerika Serikat. Fakta lainnya tentang phobia ini termasuk penyakit yang diperkirakan telah mempengaruhi hingga 28 dari setiap 100 orang, dan di semua negara-negara barat, phobia menyerang 7% -13% dari populasi. Wanita cenderung dua kali kemungkinan menderita phobia dibandingkan dengan laki-laki.





Jenis Phobia Apa Yang Berbeda?

Memiliki ketakutan tentang sesuatu sangat berbeda
dengan kekhawatiran sehari-hari atau stres. Ada beberapa jenis phobia, termasuk sosial, situasi, hewan, dan phobia tertentu (takut objek atau item tertentu). Sementara daftar phobia hampir tak berakhir, kita akan melihat beberapa hal phobia yang umum pada gambar berikutnya.




Phobia Sosial

Juga dikenal sebagai social anxiety disorder,
phobia sosial adalah takut malu berlebihan didalam situasi sosial yang sangat membosankan dan dapat memiliki efek melemahkan pada hubungan pribadi dan profesional. Contohnya termasuk ketakutan berbicara ditempat umum, bertemu orang baru, dan situasi sosial lainnya.




Agoraphobia

Agoraphobia adalah takut
berada diluar atau sedang dalam situasi dimana salah satu seperti tidak dapat meloloskan diri atau yang mana pelarian ini akan mengalami kesulitan atau memalukan. Meskipun agoraphobia, seperti kekacauan mental lainnya, yang disebabkan oleh beberapa faktor, tetapi juga cenderung untuk berlaku didalam keluarga dan bagi beberapa orang, mungkin ada faktor genetik yang jelas yang berkontribusi dalam pengembangannya.




Claustrophobia

Claustrophobia adalah abnormal dan tetap takut
pada ruangan tertutup, telah ditutup atau sedang ditutup, seperti di Elevators, terowongan, atau tempat kurung lainnya. Takut yang berlebihan dan cukup umum.




Zoophobia

Zoophobia adalah istilah yang mencakup ketakutan
terhadap jenis binatang tertentu seperti laba-laba (arachnophobia), ular (ophidiophobia), burung (ornithophobia), lebah (apiphobia), dll Ini merupakan phobia zooful.




Acrophobia

Acrophobia merupakan abnormal
yang berlebihan dan takut akan ketinggian. Penderita mengalami kegelisahan parah walaupun biasanya mereka menyadarinya, sebagai suatu peraturan, ketinggian tidak mengajukan ancaman nyata kepada mereka.


____________________________________________________________________________________________




Aerophobia

Suatu abnormal dan tetap takut terbang disebut aerophobia. Fobi ini umumnya berkembang setelah seseorang menjadi saksi sebuah kecelakaan pesawat atau kehilangan anggota keluarga dalam pesawat atau kecelakaan. Penderita mengalami kegelisahan parah walaupun biasanya mereka menyadari bahwa penerbangan tidak mengajukan ancaman yang setaraf dengan ketakutan mereka.




Phobia Darah Bekas Luka Suntikan

Phobia bekas luka suntikan yang berdarah terdiri dari beberapa phobia tertentu termasuk takut darah (hemophobia), fobi cedera, dan takut akan menerima suntikan (trypanophobia atau aichmophobia) atau serbuan prosedur medis lainnya.




Efek Apakah Dari Phobia?

Jika dibiarkan
tanpa perawatan, fobi dapat memburuk ke titik di mana kehidupan seseorang terkena dampak serius, baik oleh ketakutan itu sendiri dan / atau oleh upaya untuk menghindari atau menyembunyikannya. Bahkan, beberapa orang memiliki masalah dengan teman dan keluarga, gagal di sekolah, dan / atau kehilangan pekerjaan sementara berjuang untuk menanggulangi dengan phobia yang parah. Mungkin ada periode perbaikan spontan, tetapi biasanya fobi tidak hilang kecuali menerima perawatan yang dirancang khusus untuk membantu penderita fobi. Alcoholics bisa sampai 10 kali lebih besar untuk menderita phobia daripada mereka yang tidak alcoholics, dan phobia individu dapat dua kali lipat kemungkinan untuk ketagihan pada alkohol daripada mereka yang belum pernah phobia.




Apakah Penyebab dan Faktor Risiko untuk Phobia?

Meskipun tidak ada satu
pun hal tertentu yang diketahui yang menyebabkan phobia, ia disangkakan bahwa phobia berjalan dalam keluarga, yang dipengaruhi oleh budaya, dan dapat dipicu oleh aktivitas kehidupan. Anggota keluarga dekat dari orang-orang dengan phobia adalah sekitar tiga kali lebih mungkin untuk juga menderita phobia daripada mereka yang tidak memiliki riwayat keluarga. Penderita phobia telah ditemukan akan lebih mungkin untuk mengelola stres dengan menghindari situasi yang penuh stres dan dengan memiliki intensitas kesulitan yang minimal dari situasi yang penuh ketakutan.






Apa Tanda-tanda Dan Gejala Phobia?

Gejala phobia sering
terlibat dalam memiliki serangan panik - termasuk dalam perasaan mereka yang panik, ketakutan, atau teror, walaupun diakui bahwa perasaan mereka yang berlebihan dalam hubungan bahaya nyata apapun - serta gejala fisik seperti bergetaran, berkeringat, denyut jantung cepat, kesulitan bernapas, dan berkeinginan besar untuk melepaskan diri dari situasi yang menyebabkan reaksi phobia. Selain itu, kadang-kadang langkah-langkah ekstrim diambil untuk melepaskan diri dari situasi tersebut.




Bagaimana Phobia Dinilai?

Banyak penyedia layanan kesehatan dapat membantu mendiagnosa phobia, termasuk therapists kesehatan mental
yang terdaftar, dokter keluarga, atau penyedia layanan perawatan medis lainnya, spesialis yang Anda temui untuk kondisi medis, psychiatrists, psikolog, dan pekerja sosial. Jika salah satu dari profesional ini mencurigai Anda mungkin menderita phobia, maka Anda akan ditanyai sejumlah pertanyaan untuk memahami semua gejala yang mungkin Anda alami, dan Anda mungkin diminta untuk mengikuti sebuah wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Phobia mungkin terkait dengan sejumlah kondisi kesehatan mental lainnya, terutama kekacauan kegelisahan lainnya. Sebagai kekacauan kegelisahan pada umumnya dapat dikaitkan dengan sejumlah kondisi medis atau dapat menjadi efek samping dari berbagai obat, tes laboratorium rutin sering dilakukan pada awal evaluasi untuk mengetahui kemungkinan lainnya yang menyebabkan gejala.




Bagaimana Phobia dirawat?

Membantu mereka yang menderita phobia dengan mendukung dan membongkar mereka secara bertahap pada keadaan yang semakin mendekati tentang pa yang mereka takutkan (desensitization) adalah salah satu cara perawatan phobia.

Metode kedua adalah terapi perilaku kognitif (
cognitive behavioral therapy ~ CBT), yang mana telah ditemukan mengurangi gejala phobia secara signifikan dengan membantu penderita mengubah cara berpikir mereka. CBT menggunakan tiga teknik ini untuk mencapai tujuan:

· Didactic component:: tahap ini akan membantu untuk menyiapkan harapan positif untuk terapi dan meningkatkan kerjasama penderita phobia.

· Cognitive component: Membantu mengidentifikasi pikiran dan asumsi yang mempengaruhi perilaku orang, khususnya yang dapat mempengaruhi mereka untuk menjadi phobia.

· Behavioral component: Menggunakan teknik memodifikasi perilaku ini untuk mengajar individu phobia dengan strategi yang lebih efektif dalam menangani masalah.




Obar Apa Yang Merawat Phobia?

Obat Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) sering digunakan untuk merawat phobia, terutama ketika desensitization dan CBT kurang efektif. Obat ini mempengaruhi tingkat serotonin didalam otak. Contoh obat-obatan ini termasuk fluoxetine (Prozac), sertraline (Zoloft), paroxetine (paxil), fluvoxamine (Luvox), citalopram (Celexa), dan escitalopram (Lexapro).

P
enderita phobia kadang-kadang juga dirawat dengan menggunakan obat beta-blocker, yang mana memblokir efek adrenaline yang dimiliki tubuh. Contoh dari sebuah beta blocker adalah propranolol (Inderal). Kekacauan ini kurang umum dirawat dengan obat dalam kelas pengobatan yang dikenal sebagai benzodiazepines. Kelas obat ini menyebabkan relaksasi namun jarang digunakan saat ini untuk merawat kegelisahan karena kemungkinan ketagihan dan risiko overdosis, terutama jika diambil ketika juga sedang mengkonsumsi alkohol. Contoh obat-obatan dari grup itu termasuk diazepam (Valium), alprazolam (Xanax), lorazepam (Ativan), dan clonazepam (Klonopin).



(Dikutip dari : berbagai sumber)


Arsip

Warta-Warga

 

© 2013 Setiawan Fajar Faluphi. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top